Kebudayaan

Mengenal Lebih Dekat Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Ciptaan PDIP

Jakarta, BRAJANEWS.com – Badan Kebudayaan Nasional DKI Jakarta menggelar acara Buka Puasa Bersama dan Riung Kebudayaan bertajuk “Seni Tidak Hanya untuk Seni, Tapi Seni Untuk Perjuangan Kemanusiaan“, Kamis (29/04/2021), di Kantor DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur. Acara ini dihadiri Ketua Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat Shinta Kartika dan Ketua BKN DKI Jakarta Shalimar Anwar Sani sebagai pembicara kunci.

Acara ini dijadikan sebagai ajang silahturahmi antar budayawan yang juga dihadiri beberapa komunitas kebudayaan di Jakarta Timur. Kegiatan dimulai dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan pentas seni tradisi, pentas tari, parade puisi, dan diakhiri dengan acara inti berupa seminar kebudayaan yang disebut juga ngaji budaya.

Setelah acara selesai Tim Brajanews.com melakukan wawancara langsung kepada salah satu pembicara pada acara ini Shalimar Anwar Sani Ketua BKN DKI Jakarta mengenai Badan Kebudayaan Nasional PDIP.

“Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan adalah suatu badan yang dibentuk oleh ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk kembali menggelorakan kecintaan kader dan juga masyarakat terhadap kebudayaan dan kesenian asli Indonesia. Jadi mengembalikan lagi pengetahuan dasar akan kebudayaan dan kesenian dan juga akar dari Indonesia sendiri di kalangan kader dahulu secara khusus kemudian di masyarakat secara umum” Kata Ketua BKN DKI Jakarta Shalimar Anwar Sani dalam wawancara, Kamis (20/04/2021)

Dibentuknya BKN ini dikarenakan kebudayaan lebih dahulu ada sebelum adanya agama masuk di Nusantara. Kebudayaan menjadi alat yang tepat untuk melawan radikalisme yang terjadi di Indonesia. Pendekatan yang dilakukan BKN ini dengan metode komunikasi yang mudah diterima dan diingat oleh generasi-generasi muda yang akan menjadi generasi masa depan bangsa.

Metode Komunikasi ini menjadi cara ampuh untuk mendoktrin generasi muda dengan menanamkan kembali kebudayaan atau seni asli di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan suatu konten untuk menyaingi budaya asing yang datang ke Indonesia.

Kegiatan rutin BKN diserahkan kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan yang mana disetiap DPC juga terdapat cabang-cabang Badan Kebudayaan Nasional ini. Kegiatan rutin ini dilakukan per wilayah seperti BKN Jakarta Timur terdapat kegiatan pelatihan tari, pelatihan teater, dan pelatihan silat.

Walaupun Badan Kebudayaan Nasional ini dibuat oleh salah satu partai, tetapi dalam kegiatannya, tidak ada kegiatan kebudayaan yang dilakukan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) dengan mencampur unsur-unsur politik.

“Kegiatan yang dilakukan Badan Kebudayaan Nasional ini murni budaya tanpa ada campuran unsur-unsur politik. Hanya saja kendaraan yang kita pakai ialah partai politik karena hanya kendaraan ini yang bisa membuat budaya indonesia kembali besar. Partai PDI Perjuangan sebagai salah satu partai tertua di Indonesia tahu betul dan ingin memfasilitasi kita untuk melestarikan kembali budaya-budaya Indonesia yang sudah tersaingi budaya asing kepada generasi-generasi muda” Ujarnya

Kegiatan BKN bisa diikuti oleh semua budayawan atau Komunitas kebudayaan tanpa harus menjadi anggota partai PDI Perjuangan.

“Menjadi Indonesia bukan karena kamu lahir di Indonesia atau karena kamu lahir dari perut seorang ibu Indonesia. Menjadi Indonesia harus paham betul akar budaya kamu dari mana, kamu keturunan siapa, budaya keluargamu apa. Itu nasionalisme dan ke-Indonesiaan yang sebenarnya jadi generasi muda jangan bangga jika kamu pernah keliling dunia tapi belum pernah keliling Indonesia dan belum mengenal betul dari ujung Aceh hingga ujung Papua” Ucap Shalimar sebagai kata ajakan kepada generasi muda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top