BN. Bengkulu Utara – Pencinta sepak bola tanah air belakangan ini dihebohkan oleh fenomena nama yang hampir mirip di panggung sepak bola internasional dan Timnas Indonesia. Kehadiran Mitchel Bakker, Mitchell Baker, dan Mathew Baker sempat memicu kebingungan di kalangan suporter Garuda karena pelafalan nama mereka yang terdengar sama, meski latar belakang dan karier mereka sangat jauh berbeda.
Untuk meluruskan simpang siur tersebut, berikut ulasan mendalam mengenai profil, posisi, dan rekam jejak karier tiga pesepak bola bermarga “Bakker” dan “Baker” ini.
1. Mitchel Bakker: Eks Penggawa PSG yang Malang Melintang di Eropa
Lahir di Purmerend, Belanda, pada 20 Juni 2000, Mitchel Bakker adalah satu-satunya dari trio ini yang murni berkebangsaan Belanda. Ia merupakan produk asli akademi kenamaan Ajax Amsterdam sebelum akhirnya bakatnya dicium oleh raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) pada tahun 2019.
Selama dua musim berseragam PSG, pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini mencatatkan 45 penampilan di berbagai kompetisi domestik maupun Eropa. Setelah dari Paris, kariernya berlanjut ke Bayer Leverkusen di Jerman dan klub Serie A Italia, Atalanta. Sempat dipinjamkan ke LOSC Lille, Bakker kini merapat ke klub kasta utama Belanda, NEC Nijmegen. Meski namanya sempat dirumorkan punya darah Indonesia, ia tidak memiliki paspor Indonesia dan murni berkarier untuk tim nasional muda Belanda di masa lalu.
• Posisi Utama: Bek Kiri / Wing-back Kiri
• Klub Saat Ini: NEC Nijmegen (Eredivisie)
2. Mitchell Baker: Predator Baru Jangkung Andalan Garuda
Nama Mitchell Lee Baker mendadak jadi buah bibir nasional setelah resmi mengucap sumpah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 13 Juli 2026. Striker bertubuh raksasa dengan tinggi 196 sentimeter ini lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Garis keturunannya berasal dari sang ibu, Maureen Lee Baker, di mana kakeknya lahir di Yogyakarta dan neneknya berasal dari Semarang.
Mitchell adalah mesin gol instan bagi Timnas Indonesia. Pada laga debutnya melawan Kamboja di turnamen regional Juli 2026, ia langsung mencetak hat-trick luar biasa. Ketajamannya kian terbukti saat ia memborong 5 gol sekaligus dalam satu laga saat Indonesia membantai Bangladesh 9-2. Di level klub, penyerang tajam jebolan Georgetown University ini telah dipilih oleh klub Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, Colorado Rapids, melalui MLS SuperDraft 2026.
• Posisi Utama: Striker / Penyerang Depan
• Klub Saat Ini: Colorado Rapids (MLS)
3. Mathew Baker: Tembok Kokoh Serba Bisa Milik Melbourne City
Pemain ketiga adalah Mathew Sitorus Baker, atau yang akrab disapa Matt Baker. Lahir pada 13 Mei 2009, Matt Baker merupakan talenta muda keturunan Indonesia-Australia. Darah Batak didapatkannya dari sang ibu yang bermarga Sitorus. Berbeda dengan Mitchell Baker yang berperan sebagai pencetak gol, Matt Baker adalah pemain bertahan yang sangat serba bisa.
Ia mampu bermain apik sebagai bek tengah, bek kiri, maupun gelandang bertahan. Matt Baker menjadi bagian penting dari proyek masa depan Timnas Indonesia, mulai dari level junior seperti Timnas U-17 di ajang Piala Asia U-17 hingga perlahan menembus skuad senior di bawah arahan tim pelatih. Saat ini, ia menimba ilmu dan berkompetisi di Australia bersama klub papan atas A-League, Melbourne City FC.
• Posisi Utama: Bek Tengah / Bek Kiri / Gelandang Bertahan
• Klub Saat Ini: Melbourne City FC (A-League)
Rangkuman Singkat Perbedaan:
Agar tidak lagi keliru saat membaca berita atau menyaksikan pertandingan, berikut poin ringkasnya:
1. Mitchel Bakker (Double ‘K’): Bek kiri asal Belanda, alumni Ajax dan PSG, murni pemain Eropa.
2. Mitchell Baker (Double ‘L’): Striker Timnas Indonesia bertinggi 196 cm yang bermain di MLS Amerika Serikat.
3. Mathew Baker (Satu ‘T’): Bek serba bisa Timnas Indonesia keturunan marga Sitorus yang bermain di Liga Australia.
*** Budi caniago






