Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara Bersama Bupati Dan Forkopimda Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Pematangan lahan Sekolah rakyat dan Perpipaan air bersih

Advertorial17 Dilihat

BENGKULU UTARA – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terus menggenjot realisasi proyek strategis daerah. Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Parmin, S.I.P., mendampingi Bupati Bengkulu Utara beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung pematangan lahan calon Sekolah Rakyat serta pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah tersebut.

Peninjauan ini berfokus pada dua agenda krusial yaitu persiapan fisik lahan Sekolah Rakyat yang berlokasi di pusat Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita, serta percepatan jaringan perpipaan air bersih di dua kecamatan, yaitu Ketahun dan Pinang Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Bengkulu Utara, Parmin, S.I.P., menegaskan komitmen penuh pihak legislatif untuk mengawal program yang berdampak langsung pada pemenuhan hak dasar dan kesejahteraan masyarakat ini.

“Kami di DPRD berkomitmen penuh mendukung langkah akselerasi pembangunan strategis ini. Program Sekolah Rakyat adalah jembatan emas untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui pendidikan formal gratis berasrama bagi keluarga rentan. Begitu pula dengan proyek SPAM di Ketahun dan Pinang Raya yang akan mengalirkan air bersih ke 3.000 kepala keluarga (KK), ini solusi konkret mengatasi defisit air saat kemarau,” ujar Parmin.

Ia juga menambahkan pentingnya tata kelola dan mutu proyek. “DPRD melalui fungsi pengawasan akan memastikan proyek ini berjalan transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan mengutamakan kualitas, agar manfaatnya benar-benar dirasakan jangka panjang oleh masyarakat luas.”

Calon Sekolah Rakyat di Bengkulu Utara diproyeksikan menyediakan akses pendidikan formal penuh dari jenjang SD hingga SMA tanpa biaya sedikit pun. Guna meringankan total beban ekonomi orang tua, seluruh kebutuhan harian siswa meliputi:

1. Akomodasi tinggal di asrama,

2. Biaya hidup dan makan sehari-hari,

3. Pakaian seragam dan fasilitas harian.

Selain dibekali dengan ilmu akademik, para siswa nantinya akan mendapatkan pembentukan karakter berbasis kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab, serta pelatihan keterampilan kerja (skill) yang siap guna.

Selain sektor pendidikan, rombongan juga memantau progres pembangunan jaringan perpipaan dan bangunan pendukung SPAM IKK Pinang Raya dan Ketahun. Infrastruktur ini ditargetkan mampu menghubungkan 3.000 KK ke jaringan air bersih.

Proyek ini diprioritaskan untuk menyuplai serta mengantisipasi krisis air pada wilayah-wilayah di dua kecamatan tersebut yang kerap mengalami defisit air bersih saat musim kemarau tiba. Sinergi antara eksekutif, legislatif, dan Forkopimda diharapkan mampu mempercepat proses penyelesaian di lapangan agar kedua fasilitas publik ini dapat segera beroperasi sesuai target.( Adv )

 

Budi caniago

Tinggalkan Balasan